Friday, January 18, 2019

Ulangan Harian UH1 Semester Genap 2018-2019 Teknik Komputer Dan Jarinagn SMK Raden Patah Mojosari


Kelas 10


Ulangan Harian UH1 Semester Genap 2018-2019
Teknik Komputer Dan Jarinagn
SMK Raden Patah Mojosari


1.    Kompetensi Dasar

Menyajikan hasil  pengujian hasil perakitan

Indikator
a.  PPaket instalasi sistem operasi yang legal  disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya).
          b. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation Manual

2.       Instrumen Soal
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem operasi?
2. Sebutkan jenis-jenis sistem operasi berdasarkan layananan (interface) terhadap pengguna, beserta contohnya!
3. Hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum instalasi,sehingga tidak menyebabkan kesalahan/error selama proses instalasi? Jelaskan secara singkat!
4. Bagaimana cara melakukan booting dengan disket DOS?
JAWABAN INSTRUMEN SOAL 1:
1.  Sistem Operasi adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari                perangkat keras(Hardware) dan perangkat lunak(Software), serta sebagai jurik                      (daemon) untuk program komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat                 menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program booting.

2.1. Sistem operasi jenis CUI (Character User Inteface)
         contohnya: DOS (Disk Operating System)

     2. Sistem operasi jenis GUI (Graphical User Interface)
         contohnya: Microsoft Windows XP, Ms. Windows 7
3.-Backup Seluruh Data Penting Anda
      -Persiapkan Software Sistem Operasi
     -Persiapkan Alat Instalasi Operasi Sistem
     -Persiapkan Aplikasi Pelengkap Komputer
     -Persipkan Driver Komputer atau Laptop

    -Koneksi Internet
4. 1.Pertama restart komputer
       2.pada saat komputer booting tekan F2/DELETE samapai masuk ke menu bios
      3.Pada FIRST BOOTING SYSTEm,gantilah dengan Floppy Disk.
       4.Lalu simpan dan keluar dari Set Up BIOS jangan lupa pilih Save dan Exit.
       5.Lalu masukkan Disket yang berisi DOS atau Start Up kedalam floppy disk
       6.Kemudian lakukan booting lagi dari awal.

2.              Kompetensi Dasar
Memahami komponen perangkat PC yang bermaslah(trobelshoting)

1.       Indikator
a.Proses instalasi sistem operasi sesuai installation manual sudah dilaksanakan
b.Seluruh file, icon, folder dan konfigurasi telah ter-copy dan terkonfigurasi
c.Pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation manual

2.       Instrumen Soal
1) Sebutkan tiga jenis diagnosa komputer !
2) Pesan apa yang diberikan komputer kepada pengguna jika ada
problem atau kerusakan !
3) Sebutkan langkah-langkah POST !
4) Sebutkan pesan kesalahan selama POST !
5) Sebutkan kode kesalahan komputer dalam bentuk kode beep !


JAWABAN INSTRUMEN SOAL 2:
1. –POST(POWER-ON-SELF-TEST)
      -DIAGNOSA UMUM(ROUNTINE
      -DIAGNOSA MENCARI DAN MENEMUKAN MASALAH

2. BUNYI ATAU SUARA (BEEP)

3. Langkah – langkah POST (Power On Self Test) 

      1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
      2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
      3. Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar                    pencacah, pengecekan pada pencacah.
      4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA,                       inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
      5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis               dan baca kembali.
      6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi,                        pengesetan vector interupsi di memori.
      7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-                stack kesalahan interupsi.
      8. Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
      9. Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error,                     setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal                              sinkronisasi gambar.
      10. Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H,                     00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data                di layar.
      11. Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada                         keyboard.
      12. Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST                               memanggil sistem operasi dari disk.

4.   a)  Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa
           tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
      b) Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti
           dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
      c) Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan
           dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test
           berikutnya.
      d) Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan
          kode kesalahan.
      e) Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan
          kode kesalahan.
      f) Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781
          yang menunjukkan kode kesalahan.

5. AMI BIOS :

      Beep 1 x : RAM rusak tidak terpasang dengan baik
      Beep 6 x : Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak atau tidak terpasang dengan benar.
      Beep 8 x : Graphic Card rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slotnya
      Beep 11x : Checksum-Error. Periksalah beterai CMOS pada motherboard

     AWARD-BIOS

      Beep 1x panjang terus menerus : Ram rusak, atau tidak terpasang dengan benar
      Beep 1x panjang 1x pendek : Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
      Beep 1x panjang 2x pendek : Grapich card rusak atau tidak terpasang dengan benar
      Beep 1x panjang 2x pendek : Keyboard rusak, tidak terpasang dengan benar
      Beep 1x panjang 9x pendek : Ada masalah dengan BIOS
      Beep pendek terus menerus : Ada masalah dengan penerimaan tegangan ( Power )

    PHOENIX-BIOS

      Beep 1x-1x-4x : BIOS mengalami kerusakan
      Beep 1x-2x-1x : Motherboard rusak
      Beep 1x-3x-1x : RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
      Beep 3x-1x-1x : Motherboard rusak
      Beep 3x-3x-4x : Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar


Friday, January 11, 2019

EVALUASI PENILAIAN ANTAR TEMAN KE-2



no
Nama Web
Penyelesaian materi awal sampai akhir
Tampilan dan desain tema
Isi dari web
Kerapian blog
Kesimpulan blog
Kekurangan blog
Kelebihan blog
Penilaian analisis anda
1
https://dzakibima.blogspot.com/
Lumayan lengkap
bagus
Lumyan lengkap
lumayan rapi
Lumayan bagus dan mudah di pahami
-
-
80
2
https://menangal.blogspot.com/
Cukup lengkap
Masih berantakan
Lengkap dan mudah di mengerti
Banyak gambar gif yang tidak sinkron
Lumayan mudah di pahami
-
-
80
3
http://teknikkomputer65.blogspot.com/
Lengkap
Rapi mudah di pahami
Lengkap dan mudah di mengerti
agak rapi
mudah di pahami
-
-
80
4
https://tkjjjjjjjjjjj.blogspot.com/
lengkap
Rapi dan mudah di pahami
Lengkap dan cukup bagus
Cukup rapi
Mudah di pahami
-
-
75
5
https://zidaniami.blogspot.com/
Cukup lengkap
Lumayan rapi dan mudah di pahami
Cukup lengkap dan bagus
 Cukup rapi
Lumyan mudah di pahami
-
-
85


ALAT KESELAMATAN KERJA

  1. ALAT KESELAMATAN KERJA
  2. 1. BAJU PEMADAM  NOMEXIIIA
        Terbuat dari META ARAMID ( CONVEX ) + PARA ARAMID ( TWARON), yang lebih kita kenal dengan sebutan yaitu NOMEXIIIA
          A. JACKET - BAJU PEMADAM NOMEXIIIA
        Terdiri dari 3 Lapis yaitu sebagai berikut: Bahan Lapisan Luar: Meta Aramid ( Convex ) + Para Aramid ( Twaraon) yang disebut NOMEXIIIA, Bahan Lapisan Tengah: Polar Fleece yang digunakan untuk penahan hawa panas dari luar. Bahan Lapisan Paling Dalam : Drill yang nyaman di pakai , nyaman mengenai kulit.
          B. CELANA BAJU PEMADAM  NOMEXIIIA
        Terdiri dari 2 Lapisan yaitu sebgai berikut: Bahan Lapisan Luar : Meta Aramid + Para Aramid ( NomexIIIA ) Bahan Lapisan Kedua : Drill yang nyaman untuk di pakai, nyaman mengenai kulit jika di pakai.
           C. BAHAN - BAHAN LAINNYA UNTUK PEMADAM KEBAKARAN  untuk BAJU       PEMADAM KEBAKARAN NOMEXIIA
        Resletting atau Zipper :juga mempergunakan bahan meta aramid + Para Aramid + Metal Reflective : Triple Trim Fire Retardant ( standard NFPA)
        Benang jahit : Meta Aramid Meta Aramid ( Convex) + Para Aramid ( Twaron ) disebut juga NOMEXIIIA ini merupakan pakaian Tahan Panas dan Bukan Tahan Api, tetapi masih tahan terhadap api tidak lebih dari 12 detik, sehingga tidak di recomendasikan untuk menerobos atau memasuki kobaran api untuk waktu yang lama jika terjadi kebakaran di areal tersebut.

    THE COMPLETE SERIES OF FIREFIGHTING OUTFITS
    ALUMINISED FIRE APPROACH SUIT
    PROTECTIVE CLOTHING FOR FIRE FIGHTERS
    ALUMINISED FIRE FIGHTER SUIT
    CHEMICAL PROTECTION SUIT
    FIRE FIGHTER'S SUIT
    FIRE FIGHTERS TOOL AND ACCECORIES
  3. BOX APAR KACA PEMADAM API RINGANBox Apar kaca Pemadam Api Ringan yang terbuat dari plat di kombinasikan dengan kaca dan kunci, dan Alat ini di letakkan di tempat yang mudah terlihat dan di tempel di dinding di Kantor,Gedung,Mall atau gedung bertingkat lainnya. Dan Mengenai Design Ukuran dapat di pesan kepada kami, sesuai dengan spesfikasi yang diinginkan kami siap melayani dan membuat box apar ini.
    Penempatan box apar ini disesuaikan dengan Ukuran dari tabung Apar -Fire Extinguisher mulai dari Ukuran 1 kg, 3 kg, 4 kg, 5 kg , 6 kg dan 9 kg. Dan di tempatkan di tempel di dinding agar tidak tercecer atau hilang selain itu agar mudah terlihat saat terjadi suatu kebakaran.Penempatan Tabung apar di dalam box apar ini agar aman dari tangan jahil dan tidak hilang, agar mudah terkontrol jumlahnya, dapat melihat dengan mudah apakah alat pemadam api tersebut masih ada atau tidak.
    Pemadam Api ringan atau Fire Extinguisher ialah alat yang ringan dan mudah di layani oleh satu orang untuk memadamkan api jika terjadi suatu kebakaran, dan penempatannya harus mudah terlihat dan bisa langsung di pakai jika terjadi kebakaran di areal tersebut.
 Beberapa penjelasan mengenai Pemasangan Apar pemadam api ringan yan baik dan benar yaitu :

  1. Penempatan Pemadam Apar harus mudah terlihat jelas,mudah di capai dan diambil serta lengkap dengan tanda pemasangan
  2.  Penempatan Alat pemadam Api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan Kebakaran
  3. Penempatan antara pemadam api yang satu dengan yang lain tidak boleh melebihi 15 meterm kecuali di tetapkan oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
  4. Tinggi Pemberian tanda Pemasangan tersebut adalah 125 cm dari dasar lantai tepat diatas satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.
  5. Setiap Alat Pemadam Api ringan harus di pasang menggantung pada didinding dengan penguat atau konstruksi yang kuat lainnya di tempatkan dalam Box Apar + kaca.
  6. Ukuran Panjang dan Lebar dari Bingkai kaca aman harus di sesuaikan dengan besarnya alat pemadam api ringan tersebut yang ada di dalam box apar agar mudah dikeluarkan.
  7. Box Apar pemadam api ringan tersebut dapat di kunci dengan syarat bagian depannya harus di beri kaca aman (safety glass ) dengan tebal maximum 2mm 
  8. Pemasangan alat pemadam api ringan ini harus sedemikian rupa sehingga bagian atas berada pada batas ketinggian sekitar 1,2mm dari permukaan lantai kecuali jenis Tabung Apar type CO2 dan Dry Chemical Powder (ABC Powder) dapat di tempatkan lebih rendan dengan syarat dan ketentuan jarak atara dasar alat tersebut tidak kurang dari 15 cm dari permukaan lantai.
  9. Alat Pemadam api ringan  ini tidak boleh dipasang dalam ruangan dimana suhunya melebih dari 49 derajat Celcius atau turun sampai 44 derajat celcius kecuali bila pemadam api tersebut dibuat khusus untuk suh diluar batas tersebut di atas.
  10. Setiap tabung apar tersebut harus di lindungi dengan tutup pengaman.

     COVERALL FIRE Untuk Coverall Fire Retardant Bahan Cotton 100%atau sering di sebut juga Wearpak Fire Retardant dimana fungsinya untuk Pekerjaan yang resikonya sangat tinggi yaitu yang berkaitan dengan adanya percikan api,dan sangat berguna sebagai anti tahan panas.
     PENGGUNAAN FIRE RETARDANT BAHAN COTTON 100%
    Secara umum di gunakan untuk Baju atau Wearpak Coveral unruk para pekerja tukang Las - sebagai bahan anti Tahan Panas, Pekerjaan lain yang beresiko akan adanya percikan nyala api atau besi panas atau bunga api,Bahan ini sangat bagus untuk anti api atau tahan panas dan mampu menekan  atau memblocking percikan api atau besi panas.
    Bahan ini telah di Sertifikasi oleh SGS yang menyatakan dapat di cuci sebanyak 100x dan masih berfungsi sebagai Fire Retardant.
    Product Baju Untuk Las dan Untuk Percikan Metal Panas atau Nyala Api ( Fire Retardant) adalah 100% Cotton , fire retardant 320 gram / sqm atau 11 ozh.
    Product Fire Retardant dengan Bahan Cotton 100% ini bisa model Wearpak, Coverall, Baju Celana sesuai dengan pesanan yang diminta customer.
    Demikian informasi prihal Coverall Fire Retardant bahan Cotton 100% atau sering disebut juga  Wearpak Baju untuk Las dan Tahan percikan metal panas / nyala - Fire retardant ini . atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih

Menyajikan hasil kebutuhan tempat dan keselamatan kerja

International Labour Organization (ILO) melaporkan bahwa satu pekerja meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan di tempat kerja atau sakit akibat kerja. Setiap 15 detik terdapat sekitar 160 kecelakaan kerja di dunia1. Di Indonesia sendiri, dilaporkan bahwa selama kurun waktu 5 tahun terakhir kasus kecelakaan kerja meningkat. Dari 96.314 kaus kecelakaan kerja di Tahun 2009, meningkat mencapai 103.285 kasus kecelakaan kerja di Tahun 20132. BPJS Ketenagakerjaan, yang semula dikenal dengan nama PT Jamsostek mencatat, di Indonesia tidak kurang dari 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tempat kerja setiap harinya2 dimana angka kematian akibat kerja di Inggris sebagai pembanding, hanya mencapai angka 2 orang per harinya3. Karena tingginya angka kecelakaan kerja ini, maka diperlukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja atau sakit akibat kerja.
Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang merupakan bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni dalam pengelolaan bahaya (antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian) di tempat kerja yang berpotensi menurunkan derajat kesehatan dan kesejahteraan pekerja4. Dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat maka produktivitas perusahaan akan meningkat dan menunjang kelangsungan bisnis perusahaan tersebut. Selain itu, tuntutan regulasi nasional dan internasional mewajibkan perusahaan untuk menerapkan K3 di tempat kerja sehingga implementasi K3 di tempat kerja menjadi sangat penting.
Oleh karena itu, tingginya kebutuhan akan lulusan K3 untuk menunjang pelaksanaan K3 di tempat kerja serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada kondisi tempat kerja yang dinamis,  maka  Departemen  K3  mengembangkan  keilmuan K3.  Lima  bidang  keilmuan  K3  yang dikembangkan di Departemen K3 FKM UI yang bersifat multidisiplin adalah sebagai berikut:
  1. Kesehatan Kerja (Occupational health)
  1. Keselamatan Kerja (Occupational safety)
  1. Ergonomi (Ergonomic)
  1. Higiene Industri (Industrial Hygiene)

  1. Faktor manusia dan perilaku dalam K3 (Human Factor and Behavior in OHS)

Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan KerjaPenyebab kecelakaan kerja yang kerap kali di temui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut diatas terjadi secara bersamaan. Oleh sebab itu, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman.
Pendidikan  dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja juga berguna agar tenga kerja memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja, mengembangakn budaya kesehatan dan keselamatan kerja, memahami ancaman dan bahaya di tempat kerja dan menggunakan langkah pencegahan kecelakaan kerja.
Kendala yang biasa terjadi dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama dalam lingkung K3
Pemahaman karyawan mengenai isi dari perjanjian kerjasama : Perlu adanya musyawarah terkait hal ini, musyawarah pembinaan atau koordinasi dan sosialisasi antara pengurus serikat pekerja dengan para pelaku
Tidak optimalnya penanganan keselamatan kerja : Cara mengatasi hal ini, apabila terjadi kecelakaa berarti tindakan pencegahan tidak berhasil, maka pihak manajemen perlu mempelajari apa yang salah.
Kebijakan perusahaan yang tidak tegas : Perlu adanya tindakan yang tegas apabila terdapat pegawai yang tidak disiplin

Undang-undang yang mengatur apabila terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang keselamatan dan kesehatan kerja misalnya pengusaha tidak menyediakan alat keselamatan kerja tau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan dan kemampuan fisik pekerja. Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15000.000 (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut.

MEMAHAMI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

Memahami Keselamatan Dan Kesehatan Kerja K3
Kali ini blog Mas Dory akan berbagi informasi tentang Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia pertambangan. Terminologi ini meliputi pengertian, tujuan, prinsip, dan keuntungan diadakannya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di suatu pertambangan atau tempat kerja pada umumnya. Selain itu tujuan dibuatnya artikel ini untuk memberikan tambahan pemahaman tentang kepada pembaca untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Beberapa terminologi yang menjelaskan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sebagai berikut:
  • Adalah usaha dalam melakukan pekerjaan tanpa terjadinya kecelakaan tambang. Untuk definisi dan apa saja yang masuk dalam kategori kecelakaan tambang akan saya jelaskan di artikel lainnya.
  • Adalah usaha untuk terciptanya suasana yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja.
  • Adalah usaha untuk mencapai hasil yang menguntungkan dalam suatu pertambangan dan berusaha untuk menghilangkan segala potensi bahaya yang mungkin terjadi.
  • Adalah upaya yang diterapkan untuk mengendalikan kerugian yang aksidental.

Memahami keselamatan dan kesehatan kkerja oleh mas dory saputro

Tujuan diadakannya Keselamatan dan Kesehatan kerja (k3).Sedangkan tujuan diadakannya K3 di suatu pertambangan adalah sebagai berikut:
  • Sebagai usaha pencegahan sejak dini agar pekerja tidak terluka / cedera / mati saat bekerja di perusahaan pertambangan.
  • Bertujuan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan potensi terjadinya kerusakan pada alat (property damage), dan material produksi.
  • Bertujuan sebagai upaya pengawasan terhadap manusia (pekerja), mesin (alat produksi), metode, dan material produksi.
  • Bertujuan untuk memberikan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan kerja atau area pertambangan.
Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di suatu Pertambangan.Agar kamu lebih mudah memahami tentang K3, kenali juga prinsip-prinsip K3 di suatu pertambangan. Setidaknya ada 4 prinsip utama K3:
  1. Setiap pekerjaan pasti dapat dilakukan dengan aman dan selamat tanpa terjadinya kecelakaan.
  1. Setiap Kecelakaan pasti ada penyebabnya.
  1. Penyebab kecelakaan harus dicegah atau dihilangkan agar tidak terulang lagi di masa depan.
  1. Pahami upaya bekerja dengan aman di lingkungan kerja atau area pertambangan:
  • Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu kenali dan pahami pekerjaan yang akan dilakukan tersebut.
  • Mengetahui dan memahami langkah-langkah pekerjaan (Memahami SOP / Standard Operation Prosedure) yang dilakukan.
  • Memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi dari pekerjaan yang dilakukan tersebut. Contoh jika kamu adalah seorang tukang las, maka potensi bahaya yang mungkin terjadi adalah luka bakar terkena api las, sakit mata disebabkan oleh cahaya las yang sangat menyilaukan, dan lain sebagainya.
  • Memahami cara menghilangkan potensi bahaya dari pekerjaan yang dilakukan. Contoh jika kamu seorang tukang las dan potensi bahaya seperti yang disebutkan diatas, maka cara mengilangkan potensi bahaya yang mungkin timbul adalah memakai sarung tangan pelindung agar tidak terkena api las (menghilangkan potensi terkena luka bakar). Memakai kacamata las untuk menghilangkan potensi bahaya sakit mata disebabkan oleh cahaya las, dan lain sebagainya.
Keuntungan diadakannya program K3 di lingkungan kerja.Beberapa keuntungan yang bisa di ambil dari diadakannya program keselamatan dan kesehatan kerja di pertambangan adalah sebagai berikut:
  • Menyelamatkan karyawan atau pekerja dari sakit akibat kecelakaan, kematian, dan kehilangan gaji atau nafkah.
  • Menyelamatkan keluarga dari kesedihan, penderitaan, dan kehilangan pemasukan.
  • Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan karyawan, pengeluaran biaya yang ditimbulkan dari kecelakaan, kehilangan waktu produksi, melatih atau mengganti karyawan yang kecelakaan, stop kegiatan produksi.
Baca juga Memahami induksi safety di dunia pertambangan disini.
Setelah kamu memahami tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di atas, sudah saatnya kamu tingkatkan kesadaran tentang pentingnya K3 di lokasi kerja. K3 diadakan bukan untuk membatasi ruang kerja karyawan, atau mencari kesalahan karyawan, namun K3 diadakan untuk menyelamatkan semua karyawan atau pekerja saat bekerja di suatu pertambangan atau lokasi kerja.

E. Materi Ajar Tempat dan Keselamatan Kerja