Friday, January 11, 2019

Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Perlunya Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan KerjaPenyebab kecelakaan kerja yang kerap kali di temui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut diatas terjadi secara bersamaan. Oleh sebab itu, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman.
Pendidikan  dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja juga berguna agar tenga kerja memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja, mengembangakn budaya kesehatan dan keselamatan kerja, memahami ancaman dan bahaya di tempat kerja dan menggunakan langkah pencegahan kecelakaan kerja.
Kendala yang biasa terjadi dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama dalam lingkung K3
Pemahaman karyawan mengenai isi dari perjanjian kerjasama : Perlu adanya musyawarah terkait hal ini, musyawarah pembinaan atau koordinasi dan sosialisasi antara pengurus serikat pekerja dengan para pelaku
Tidak optimalnya penanganan keselamatan kerja : Cara mengatasi hal ini, apabila terjadi kecelakaa berarti tindakan pencegahan tidak berhasil, maka pihak manajemen perlu mempelajari apa yang salah.
Kebijakan perusahaan yang tidak tegas : Perlu adanya tindakan yang tegas apabila terdapat pegawai yang tidak disiplin

Undang-undang yang mengatur apabila terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang keselamatan dan kesehatan kerja misalnya pengusaha tidak menyediakan alat keselamatan kerja tau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan dan kemampuan fisik pekerja. Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15000.000 (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut.

MEMAHAMI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

Memahami Keselamatan Dan Kesehatan Kerja K3
Kali ini blog Mas Dory akan berbagi informasi tentang Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia pertambangan. Terminologi ini meliputi pengertian, tujuan, prinsip, dan keuntungan diadakannya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di suatu pertambangan atau tempat kerja pada umumnya. Selain itu tujuan dibuatnya artikel ini untuk memberikan tambahan pemahaman tentang kepada pembaca untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Beberapa terminologi yang menjelaskan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sebagai berikut:
  • Adalah usaha dalam melakukan pekerjaan tanpa terjadinya kecelakaan tambang. Untuk definisi dan apa saja yang masuk dalam kategori kecelakaan tambang akan saya jelaskan di artikel lainnya.
  • Adalah usaha untuk terciptanya suasana yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja.
  • Adalah usaha untuk mencapai hasil yang menguntungkan dalam suatu pertambangan dan berusaha untuk menghilangkan segala potensi bahaya yang mungkin terjadi.
  • Adalah upaya yang diterapkan untuk mengendalikan kerugian yang aksidental.

Memahami keselamatan dan kesehatan kkerja oleh mas dory saputro

Tujuan diadakannya Keselamatan dan Kesehatan kerja (k3).Sedangkan tujuan diadakannya K3 di suatu pertambangan adalah sebagai berikut:
  • Sebagai usaha pencegahan sejak dini agar pekerja tidak terluka / cedera / mati saat bekerja di perusahaan pertambangan.
  • Bertujuan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan potensi terjadinya kerusakan pada alat (property damage), dan material produksi.
  • Bertujuan sebagai upaya pengawasan terhadap manusia (pekerja), mesin (alat produksi), metode, dan material produksi.
  • Bertujuan untuk memberikan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan kerja atau area pertambangan.
Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di suatu Pertambangan.Agar kamu lebih mudah memahami tentang K3, kenali juga prinsip-prinsip K3 di suatu pertambangan. Setidaknya ada 4 prinsip utama K3:
  1. Setiap pekerjaan pasti dapat dilakukan dengan aman dan selamat tanpa terjadinya kecelakaan.
  1. Setiap Kecelakaan pasti ada penyebabnya.
  1. Penyebab kecelakaan harus dicegah atau dihilangkan agar tidak terulang lagi di masa depan.
  1. Pahami upaya bekerja dengan aman di lingkungan kerja atau area pertambangan:
  • Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu kenali dan pahami pekerjaan yang akan dilakukan tersebut.
  • Mengetahui dan memahami langkah-langkah pekerjaan (Memahami SOP / Standard Operation Prosedure) yang dilakukan.
  • Memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi dari pekerjaan yang dilakukan tersebut. Contoh jika kamu adalah seorang tukang las, maka potensi bahaya yang mungkin terjadi adalah luka bakar terkena api las, sakit mata disebabkan oleh cahaya las yang sangat menyilaukan, dan lain sebagainya.
  • Memahami cara menghilangkan potensi bahaya dari pekerjaan yang dilakukan. Contoh jika kamu seorang tukang las dan potensi bahaya seperti yang disebutkan diatas, maka cara mengilangkan potensi bahaya yang mungkin timbul adalah memakai sarung tangan pelindung agar tidak terkena api las (menghilangkan potensi terkena luka bakar). Memakai kacamata las untuk menghilangkan potensi bahaya sakit mata disebabkan oleh cahaya las, dan lain sebagainya.
Keuntungan diadakannya program K3 di lingkungan kerja.Beberapa keuntungan yang bisa di ambil dari diadakannya program keselamatan dan kesehatan kerja di pertambangan adalah sebagai berikut:
  • Menyelamatkan karyawan atau pekerja dari sakit akibat kecelakaan, kematian, dan kehilangan gaji atau nafkah.
  • Menyelamatkan keluarga dari kesedihan, penderitaan, dan kehilangan pemasukan.
  • Menyelamatkan perusahaan dari kehilangan karyawan, pengeluaran biaya yang ditimbulkan dari kecelakaan, kehilangan waktu produksi, melatih atau mengganti karyawan yang kecelakaan, stop kegiatan produksi.
Baca juga Memahami induksi safety di dunia pertambangan disini.
Setelah kamu memahami tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di atas, sudah saatnya kamu tingkatkan kesadaran tentang pentingnya K3 di lokasi kerja. K3 diadakan bukan untuk membatasi ruang kerja karyawan, atau mencari kesalahan karyawan, namun K3 diadakan untuk menyelamatkan semua karyawan atau pekerja saat bekerja di suatu pertambangan atau lokasi kerja.

E. Materi Ajar Tempat dan Keselamatan Kerja

D. Tujuan Pembelajaran Siswa Mampu:

a. Dapat menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja

b. Dapat mendefinisikan tujuan keamanan, keselamatan dan kesehetan kerja

c. Dapat menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja

d. Dapat memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
e. Memilih software  secara teliti

f. Menjelaskan jenis-jenis software

g. Menjelaskan teknis dan metode instalasi aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja system

h. Mengidentifikasi-kan jenis-jenis software aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja sistem  (misal : aplikasi ghost, partition magic, anti virus, office, grafis, multimedia, kompresi dan lain-lain)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Berperilaku/menunjukkan perilaku ilmiah yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab,ramah lingkungan, dan bekerjasama dalam melaksanakan praktek Menginstalasi PC dan Periferal

2. Menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja

3. Mengidentifikasi tujuan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja

4. Menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja

5. Memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih

6. Paket instalasi sistem operasi yang legal  disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya).

7. Installation Manual sistem operasi sudah disediakan dan   dipahami

8. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation Manual

9. Media paket instalasi sistem operasi dipasang dan siap diakses.


10. Log-sheet/report-sheet telah disiapkan

Menyajikan hasil kebutuhan tempat dan keselamatan kerja dalam merakit komputer


A.   APD (Alat Pelindung Diri) dalam Merakit PC

·         Wearpack Standar : Untuk melindungi tubuh kita terimbas oleh kecelakaan, maka kita harus menggunakan pakaian kerja (wearpack) yang standar

·         Sepatu dari Karet Warna Hitam : Untuk menghindari sengatan listrik.

·         Gelang Antistatik : Gelang antistatik (bahasa Inggris: antistatic wrist strap, ESD wrist strap, atau ground bracelet) adalah alat yang digunakan untuk mencegah pengosongan elektrostatik (Bahasa Inggris: electrostatic discharge, yang disingkat ESD) dengan membumikan (grounding) seseorang yang sedang mengerjakan alat elektronika.

Ø  Fungsi dari Gelang Anti Statis :

1. Memperlambat/mencegah terjadinya kerusakan pada komponen-komponen PC.

2. Mencegah tersengat aliran listrik sa'at memperbaiki PC


Tips Keamanan keselamatan Kerja (K3) dalam Merakit PC

    Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam menunjang Keamanan keselamatan Kerja (K3) dalam Merakit PC, diantaranya adalah:



1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek dan merusak hasil rakitan kita.

2. Hindari memegang atau meyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusakkomponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memengang cassing saat power dihidupkan.

3. Pada setiap tahap perakitan sebalum menambahkan komponen yang baru, power suplly harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.

4. Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhaC. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Listrik
Penolong harus mengamankan diri dahulu untuk mengindarkan pengaruh arus listrik, berada pada papan kering, kain kering, pakaian, alas yang serupa itu yang bukan logam (kayu, karet). Jika tidak mungkin kedua tangan penolong dibalut dengan kain kering, pakaian kering atau bahan serupa itu (kertas, karet).
Pada saat memberikan pertolongan, penolong harus menjaga diri agar tubuhnya jangan bersentuhan dengan benda logam.

5. Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.

Memahami tempat dan keselamatan kerja dalam merakit komputer

Area kerja
Untuk membantu menciptakan keamanan, efisiensi lingkungan kerja ada  beberapa hal yang harus diperhatikan :
  1. Workspace/ruang kerja harus cukup besar untuk mengakomodasi unit sistem, peralatan teknisi, peralatan uji, dan peralatan pencegahan ESD. Dekat meja kerja, terdapat saluran listrik untuk mengakomodasi  unit sistem itu dan peralatan listrik lainnya.

  1. Tingkatan kelembaban optimal di dalam ruang kerja harus antara 20 sampai 50 persen untuk mengurangi kemungkinan ESD. Temperatur ruang kerja perlu juga dikendalikan untuk menghindari terlalu banyak panas.

  1. Meja kerja harus sebuah  permukaan nonconductive/bukan penghantar, yang mana adalah flat dan bisa membersihkan.

  1. Ruang kerja  harus jauh dari daerah konsentrasi  perlengkapan elektrik berat. Sebagai contoh, sebuah ruang kerja harus tidak dekat dengan  pemanas gedung, lubang angina/ventilasi, dan AC( HVAC)  atau sistem pengendali telepon.

  1. Ruang kerja  harus bersih dari debu. Debu dapat mencemari ruang kerja, menyebabkan kerusakan awalpada komponen komputer. Daerah kerja perlu mempunyai suatu sistem penyaring udara  untuk mengurangi debu dan zat pencemar.

  1. Pencahayaan harus cukup untuk melihat secara detil benda – benda dan hal – hal yang kecil. Bentuk penerangan yang berbeda lebih disukai, seperti sebuah lampu yang dapat disetel keredupannnya dan penggunaan neon.

  1. Temperatur harus dijaga sehingga  konsisten dengan spesifikasi komponen. Variasi temperatur yang ekstrim dapat mempengaruhi komponen komputer.

Arus AC harus diground. Sambungan arus listrik harus diuji dengan  penguji saluran untuk kelayakan ground.

Tindakan pencegahan untuk melindungi diri dan hardware komputer sesuai dengan beberapa prosedur keamanan dasar sebagai berikut:

Gunakan peralatan antistatik dan wrist strap yang telah di-ground-kan.

Gunakan tas antistatik untuk menyimpan dan memindah komponen komputer. Jangan meletakkan lebih dari satu komponen dalam satu tas, karena akan menyebabkan beberapa komponen patah atau lepas.

Jangan melepas atau memasang komponen sementara komputer masih menyala.

Arus listrik harus di ground.

Bekerja pada lantai tidak berpelapis, karena karpet akan menyebabkan muatan listrik statis.

Pegang kartu pada bagian tepinya untuk menghindarkan terpegangnya chip atau konektor tepi kartu ekspansi (expansion cards).

Jangan menyentuh chip atau papan tambahan dengan obeng yang bermagnet.

Matikan komputer sebelum memindahkannya. Ini akan melindungi hard drive, yang selalu berputar saat komputer menyala.

      Jauhkan CD dan disket instalasi/pemeliharaan dari medan magnet, panas, dan dingin.
Jangan meletakkan papan sirkuit apapun pada permukaan konduktif, terutama pada lapisan (foil)logam. Baterai Lithium dan Nickel Cadmium (Ni-Cad) yang digunakan pada mainboard mungkin dapat dilepaskan (short out).

Jangan menggunakan pensil atau alat-alat dengan ujung metal untuk mengubah sakelar DIP atau menyentuh komponen-komponen. 
Grafit pada pensil merupakan konduktif dan mudah menyebabkan kerusakan.

Jangan izinkan siapapun yang tidak ter-ground-kan dengan baik menyentuh atau memberikan komponen-komponen komputer.